Sugeng Sri Lestari Menangkan Kompetisi Kepala RA Berprestasi Kanwil Kemenag DI Yogyakarta

Yogyakarta, Arraihan.org–Sugeng Sri Lestari raih predikat kepala Raudhatul Athfal (RA) berprestasi Kanwil Kemenag DI Yogyakarta. Prestasi diperoleh Kepala RA Ar Raihan itu setelah mengungguli kepala-kepala RA berprestasi dari empat kabupaten-kota di DI Yogyakarta.

“Sebelum maju ke tingkat provinsi, para kepala RA terlebih dahulu harus mengikuti seleksi pada tingkat kabupaten dan kota. Selanjutnya, kantor Kemenag tingkat kabupaten/kota mengirimkan kepala RA terbaiknya untuk berkompetisi pada tingkat provinsi,” papar Sugeng Sri Lestari ketika dihubungi.

Pada presentasi di Kantor Kanwil Kemenag DI Yogyakarta, Selasa (22/8), Kepala RA Ar Raihan itu memaparkan konsep Sekolah Cinta Alquran yang diterapkannya di Ar Raihan. Secara keseluruahan, ada tiga hal yang menjadi fokus Sugeng Sri Lestari untuk diangkat pada seleksi kepala RA berprestasi ini.

Pertama, tentang sekolah cinta Quran. Pada konsep ini, RA Ar Raihan menargetkan siswa-siswinya bisa membaca Alquran serta saat lulus RA bisa hapal Alquran Juz 30. Kedua, tentang pendidikan karakter di RA Ar Raihan. Ketiga, tentang kiprah RA Ar Raihan sebagai sekolah rujukan, baik sebagai tempat studi banding maupun kiprah kepala sekolah, guru, dan karyawan dalam menjadi narasumber dalam bidang kurikulum dan parenting.

Kemenangan Sugeng Sri Lestari ini dikukuhkan pada Surat Keputusan Kakanwil Kemenag DI Yogyakarta No. 482 Tahun 2017. Berdasarkan SK tersebut, kepala RA yang menempati urutan kedua adalah Ida Laily Fauziah dari RA Muslimat Bendungan Kulonprogo dan pada posisi ketiga Rina Indarwati, Kepala RAM Natah Gunungkidul.

Kemenangan Sugeng Sri Lestari menambah daftar kepala RA berprestasi dari Ar Raihan. Pada tahun 2010, kepala sekolah sebelumnya, Nur Hidayah juga menjadi pemenang pertama guru berprestasi tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan predikat juara pertama itu, Sugeng Sri Lestari berhak mengikuti seleksi pada tingkat nasional. Pada  tingkat nasional, portofolio akan kembali diperiksa dan dikompetisikan dengan portofolio kepala-kapala RA lain dari seluruh Indonesia. (sab)

Kabar Terkait